Saat-saat ketika kejang maut terjadi selalu menjadi hal yang sangat menyentuh. Kebanyakan orang yang pernah menyaksikan keluarga atau kerabat mereka berada dalam proses sekarat yang aktif telah memperhatikan satu hal yang hampir selalu konstan: mata orang yang sedang sekarat biasanya menatap ke atas.
Jadi, mengapa hal itu bisa terjadi?
Ajaran Islam menguraikannya dalam sebuah kisah yang menyentuh tentang keadaan seorang mukmin ketika tiba waktunya baginya untuk berpulang. Dalam banyak hadits, sehubungan dengan saat seorang hamba Allah yang taat berada di penghujung hidupnya, diriwayatkan bahwa malaikat-malaikat dari langit dikirim.
Mereka itulah para malaikat yang datang dengan wajah bercahaya mengenakan pakaian putih dan kain kafan yang suci serta wewangian dari Surga. Lalu mereka berkumpul di sekitar orang yang berada di ambang kematian sampai itulah semua yang bisa kulihat.
Karena itu, beberapa peneliti menegaskan bahwa individu yang sedang menjalani tahap terakhir kehidupannya tampak seolah-olah ia melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh makhluk lain. Ia menatap ke atas atau ke depan dengan penuh konsentrasi seolah ia melihat sesuatu yang luar biasa.
Pada saat itu, keluarga diminta untuk menjaga suasana ketenangan dan hendaknya menahan diri dari menggunakan kata-kata yang buruk. Nabi ﷺ memerintahkan agar seseorang diajak bicara dengan baik ketika kita berada dekat dengannya dalam kondisi meninggal, sebab para malaikat akan mengucapkan amin terhadap apa pun yang diucapkan.
Islam juga kini menuntut agar talqin dilakukan dengan lembut oleh anggota keluarga yang akan membimbing orang yang sedang sekarat agar mengucapkan kalimat-kalimat tersebut.
“Laa ilaaha illallah.”
Seperti yang disampaikan oleh Nabi kita ﷺ dalam sabdanya:
وَأَنْتُمْ نَا بِنا وَنَشْرَعِي الَُم مُوكسَنَبَي دُونِكَ شَىَمِل يَهذًا مُؤْمِنٍم] واصَد أَلَعَالَق اتـــــهَرّا لَه ممو تفضي الأنسافيعنتَلَّ, “Dalam perkara jika ia sedang sekarat di antara kalian: فــقد المرارت قَوِي حَطون طَقّ, siapa pun yang menyeru Laa ilaaha illallah.” (Diriwayatkan oleh Muslim).
وَقَالَ مَلَكَ الْمَوْتِ إِنَّ النَّفْسَ الْمُؤْمِنَهِ إِذَا قُبِضَ تَقَدَّمُهَا الملائكة مِن أعَالَم السَّلاَم:
“Ini terdapat dalam sebuah ayat yang berbunyi, Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridai.”
Lalu malaikat-malaikat itu membawanya, namun ruhnya meluncur dengan mudah menuju surga. Ruh seorang mukmin, yang bisa tercium dari jarak sejauh perjalanan beberapa mil, adalah yang paling harum, dan semua malaikat menyambutnya di setiap tingkatan langit.
Ini adalah pengingat bagi seluruh kaum Muslim, bahwa kehidupan dunia ini bersifat sementara. Bukanlah lamanya hari-hari kita yang seharusnya paling penting untuk dipertimbangkan, melainkan cara bagaimana semuanya berakhir.
Aku berdoa kepada Allah SWT agar memberi kita semua akhir yang baik dalam kehidupan kita—wafat dalam iman dan mendapatkan husnul khatimah.
FAQ
Apakah semua orang yang meninggal akan menatap ke atas?
Tidak selalu. Setiap kondisi orang berbeda. Namun tampaknya hal ini sering terjadi, yang hanya bisa dijelaskan secara spiritual oleh seorang muslim.
Apa yang harus dilakukan saat seseorang sedang berada di ranjang kematian?
Tenangkan orang itu, ulangi kalimat tauhid dengan suara pelan, dan berikan doa yang lebih banyak.
Doa apa yang dianjurkan?
Ini adalah pengingat dari Sahih al-Bukhari kepada kita semua ketika beliau menyebutkan; kita berdoa agar kematian terjadi dalam kondisi yang terbaik, yaitu husnul khatimah, dan mengampuni seluruh dosa


0 Komentar