Jangan Membalas Mereka yang Menyakiti Anda—Serahkan kepada Allah
Tidak apa-apa jika Anda merasa marah dan terluka karena Anda diperlakukan tidak adil, sebab itu adalah emosi manusia. Pada saat-saat tertentu, kita ingin membalas perlakuan itu untuk sedikit mengurangi rasa sakit yang ada di hati kita. Tapi apakah perasaan puas akan datang setelah kita membalasnya? Belum tentu. Hati Anda bisa menjadi meradang hingga tingkat yang buruk, dipenuhi oleh hasrat untuk membalas dendam.
Ketika emosi dan kebutuhan Anda menjadi sebuah kebiasaan, itulah yang terjadi. Karena itu, jagalah hati Anda agar tenang, dengan keyakinan bahwa Allah tidak pernah menganggur. Allah melihat setiap air mata, setiap luka, dan setiap upaya ketabahan yang kita tahan.
Jika seseorang menyakiti Anda, jangan ikut menyakiti. Allah sudah menetapkan bahwa mereka yang melakukan ظلم (kezaliman/pembohongan) akan menerima balasan yang semestinya. Itu bukanlah kutukan, melainkan ketidakadilan dari Allah—tanpa dialihkan.
Jangan merasa tidak nyaman karena rasa sakit yang sedang Anda rasakan. Bersabarlah. Jika Anda bisa memiliki sedikit saja kesabaran, dan menyerahkan setiap urusan kepada Allah, maka semua rasa sakit dan kerugian pada akhirnya akan mereda.
Jangan biarkan hati Anda dirusak oleh kebencian dan dendam. Jangan biarkan benih balas dendam mengotori jiwa Anda. Biarkan Allah mengurus semuanya. Tugas Anda adalah belajar memaafkan, tetap tulus, dan menjaga kedamaian.
Semakin Anda jujur; semakin Allah membuat kebaikan untuk Anda. Allah bersumpah bahwa mereka yang berbuat salah akan dibalas setara, lalu mengapa kita masih ingin meracuni hati kita dengan rasa kesal?
Jangan menyerah karena marah Anda. Tetaplah menjadi orang yang baik. Tetap tenang, bersabarlah, dan tetaplah nyata! Dan bahwa “bet” Allah untuk orang Suriah adalah waktu yang lebih molé通 daripada yang kita ordan.
Bersabarlah atas rasa sakit Anda, bersabarlah atas kesedihan Anda, dan bersabarlah atas setiap ujian yang muncul. Allah sama sekali tidak buta terhadap perjuangan para hamba-Nya yang berusaha melawan keinginan mereka, namun tetap memilih jalan yang lebih baik.
Karena pada akhirnya, kesabaran bukanlah kelemahan, melainkan tanda bahwa kita percaya pada keadilan Allah dan pertolongan-Nya.


0 Komentar